LOVE STORY
KISAH KAMI - DITUNTUN TANGAN TUHAN
"Awal yang Tuhan Rencanakan"
"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."
— Yeremia 29:11
6 Agustus 2025. Hari itu kami hanya berniat berkenalan. Tanpa ekspektasi, tanpa rencana khusus. Kami kenal sebagai dua orang asing yang belum tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun, Tuhan dalam kedaulatan-Nya telah menuliskan kisah kami jauh sebelum hari itu tiba. Dia yang mengatur setiap pertemuan, bahkan yang terlihat paling sederhana sekalipun.
Di hari berikutnya, 7 Agustus 2025, ada keberanian yang Tuhan taruh di hati Yoga untuk melangkah maju. Di saat yang sama, ada damai sejahtera yang Tuhan berikan di hati Ratu untuk menjawab "ya" dengan tulus. Kami berdua merasa takjub dengan kecepatan dan kepastian yang ada, namun di situlah kami mulai mengerti: ketika Tuhan yang memimpin, langkah sekecil apa pun akan terasa pasti dan terarah. Hari itu juga kami berjanji: jika Dia mengizinkan dan memimpin, kami mau berjalan bersama dalam komitmen yang memuliakan nama-Nya.
"Setia di Tengah Jarak"
"Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka."
— Pengkhotbah 4:9
Hubungan jarak jauh menguji kesabaran dan iman kami, namun di saat yang sama justru menguatkan dasar yang kami bangun bersama. Ada rencana yang pernah kami anggap tidak mungkin, ada pintu yang sempat tertutup namun Tuhan buka dengan cara yang tak terduga. Bulan September menjadi saksi: manusia boleh berkata "nanti saja", namun Tuhan berkata "inilah waktunya". Kini kami sering tertawa mengingat perjalanan itu—bukankah itu salah satu keajaiban-Nya?
Dari situ Tuhan mengajarkan kami arti percaya sejati: percaya satu sama lain, and yang terpenting, percaya penuh pada pemeliharaan and waktu-Nya yang tepat. Kami berpegang teguh pada janji dalam Wahyu 3:7: "Apa yang dibuka oleh-Nya, tidak ada yang dapat menutupnya; and apa yang ditutup oleh-Nya, tidak ada yang dapat membukanya."
"Restu sebagai Berkat"
"Siapa mendapat isteri, mendapat sesuatu yang baik, and ia dikenan TUHAN."
— Amsal 18:22
Bulan Oktober tiba dengan perasaan yang penuh doa and ketidakpastian yang wajar. Dengan kerendahan hati and rasa hormat, Yoga datang menghadap orang tua Ratu. Ia tidak membawa lamaran yang mewah atau cincin berlian yang mahal—yang ia bawa hanyalah hati yang takut akan Tuhan and niat tulus untuk menjaga, menyayangi, and setia mendampingi Ratu seumur hidupnya. Ia meminta izin untuk membawa hubungan ini ke jenjang yang lebih serius and kekal.
Kami berdua sepakat untuk tidak melalui proses pertunangan atau pesta lamaran yang meriah. Bagi kami, janji setia bukanlah soal kemeriahan atau pujian manusia, melainkan soal ketaatan pada panggilan Tuhan. Kami memutuskan untuk langsung melangkah menuju pelaminan, sesuai dengan Firman dalam Matius 19:6: "Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
"Doa and Harapan Kami"
"Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya... Sesungguhnya begitulah orang yang diberkati, orang yang takut akan TUHAN."
— Mazmur 128:1-4
Pada tanggal 21 Juli 2026, di Gereja GPdI Megang Sakti Musi Rawas, kami akan berdiri di hadapan Tuhan, keluarga, and jemaat untuk mengucapkan janji setia kami. Kami sadar kami bukanlah orang yang sempurna, namun kami percaya Tuhanlah yang terus menyempurnakan perjalanan kami.
Harapan kami sederhana: biarlah kasih, kesetiaan, and kepedulian ini terus tumbuh setiap hari oleh kasih karunia Tuhan. Doa terbesar kami: jadikan rumah tangga kami sebagai "Kerajaan Allah" yang kecil—tempat di mana Tuhan Yesus bertakhta, Firman-Nya menjadi dasar setiap keputusan, and damai sejahtera-Nya memenuhi setiap sudutnya.
Kiranya Tuhan yang telah mempersatukan kami, juga yang terus memelihara and memimpin kami sampai akhir hayat.
Soli Deo Gloria
Dengan kasih,
Yoga & Ratu